Kalianda || trustednewsonline.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Way Urang, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, menuai sorotan tajam dari para orang tua siswa.
Program yang digagas untuk menunjang pemenuhan gizi anak usia dasar di SDN 1 Way Urang ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas menu yang diharapkan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, paket MBG yang diterima siswa diketahui berasal dari dapur MBG yang berada di depan SDN 1 Way Urang.
Dalam satu paket, siswa memperoleh satu kotak susu kemasan 100ml, satu potong roti dalam plastik kemasan, serta satu buah jeruk.
Komposisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua. Mereka menilai menu yang dibagikan masih tergolong sederhana dan belum sepenuhnya memenuhi unsur gizi seimbang sebagaimana konsep dasar program pemenuhan nutrisi anak sekolah.
Dalam pedoman gizi seimbang, satu porsi ideal umumnya mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, serta mineral yang proporsional.
Selain itu, aspek kebersihan, keamanan pangan, dan kelayakan konsumsi juga menjadi bagian penting dalam distribusi makanan bagi anak usia dini.
“Kalau memang anggarannya Rp15 ribu per anak, seharusnya bisa lebih variatif dan lengkap. Ini hanya susu kecil, roti, dan jeruk. Kami ingin ada penjelasan yang transparan,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (02/03/2026).
Selain komposisi menu, kondisi buah yang dibagikan juga turut menjadi perhatian. Beberapa wali murid mengaku menemukan bercak kehitaman pada kulit jeruk yang diterima anak-anak mereka. Meski belum dapat dipastikan apakah hal tersebut memengaruhi kualitas konsumsi, kekhawatiran tetap muncul di kalangan orang tua.
Lebih lanjut para wali murid menegaskan bahwa mereka mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak. Namun, mereka berharap pelaksanaan di lapangan benar-benar sejalan dengan tujuan awal program.
“Yang kami harapkan bukan sekadar gratis, tapi juga kualitas yang sesuai untuk tumbuh kembang anak. Kalau program ini baik, tentu kami dukung. Tapi harus jelas dan terbuka,”pungkasnya. (Tim)
