LAMPUNG SELATAN — Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lampung Selatan terus diperluas. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersebar di 166 titik sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Perluasan titik layanan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendorong kesadaran warga untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengatakan perluasan layanan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah agar program CKG dapat menjangkau masyarakat lebih dekat dengan lingkungan dan aktivitas mereka sehari-hari.
“Program CKG tidak hanya bergantung pada layanan di fasilitas kesehatan, pelaksanaannya diarahkan untuk dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai titik layanan yang lebih dekat dengan aktivitas warga,” kata Devi saat memantau pelaksanaan CKG di Kecamatan Candipuro, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin memiliki peran penting karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan seseorang sejak dini. Dengan demikian, masyarakat yang ditemukan memiliki faktor risiko maupun indikasi gangguan kesehatan dapat segera diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.
“Orang-orang yang diketahui memiliki faktor risiko atau indikasi gangguan kesehatan dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan,” ujarnya.
CKG di Tengah Dampak Abu Krakatau
Perluasan pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi semakin relevan karena Lampung Selatan masih menghadapi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat pemantauan kesehatan warga menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan secara berkala dapat menjadi sarana untuk mengetahui lebih cepat apabila terdapat gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.
Dinas Kesehatan Lampung Selatan juga terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan CKG di sejumlah wilayah kerja kelurahan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pencapaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaannya.
Dengan tersedianya 166 titik layanan, pemerintah daerah berharap faktor jarak tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mengakses pemeriksaan kesehatan gratis.
Namun, banyaknya titik layanan juga membutuhkan pengelolaan dan informasi yang jelas agar keberadaan fasilitas tersebut benar-benar diketahui serta dapat dimanfaatkan masyarakat.
ILS Libatkan Kader hingga Tingkat Desa
Pelaksanaan CKG di Lampung Selatan juga mendapat dukungan dari Inisiatif Lampung Sehat (ILS). Organisasi tersebut turut melibatkan kader di lapangan, terutama karena ILS selama ini juga aktif dalam mendukung penanganan dan pendampingan pasien tuberkulosis (TB) di 17 kecamatan.
Koordinator ILS Lampung Selatan, Rudi Hartono, mengatakan keterlibatan kader menjadi salah satu bagian penting dalam membantu menjangkau masyarakat.
“Inisiatif Lampung Sehat Lampung Selatan turut serta dalam pelaksanaan CKG di mana peran kader sangat penting, yang telah dilakukan oleh kader ILS dalam pencarian, pendampingan pasien di desa hingga ke Puskesmas atau layanan kesehatan Rumah Sakit,” kata Rudi.
Menurutnya, pengalaman kader dalam melakukan pencarian dan pendampingan masyarakat dapat menjadi modal penting dalam membantu memastikan warga mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
Jangan Berhenti pada 166 Titik
Di sisi lain, perluasan CKG hingga 166 titik perlu dibarengi dengan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Informasi mengenai lokasi layanan, jadwal pemeriksaan, jenis pemeriksaan yang tersedia, persyaratan, hingga mekanisme memperoleh pelayanan perlu disampaikan secara mudah dan terbuka.
Hal tersebut penting agar program tidak sekadar tercatat memiliki ratusan titik pelayanan, tetapi benar-benar berdampak terhadap peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Ukuran keberhasilan program pada akhirnya bukan hanya berapa banyak titik yang tersedia, melainkan seberapa banyak warga yang benar-benar datang, diperiksa, mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatannya, serta memperoleh tindak lanjut ketika ditemukan faktor risiko atau gangguan kesehatan.
Terlebih di tengah situasi Lampung Selatan yang juga menghadapi dampak abu vulkanik, akses terhadap pemeriksaan dan informasi kesehatan menjadi semakin penting.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tidak menunggu sampai muncul keluhan atau rasa sakit untuk memeriksakan kesehatan.
Melalui CKG, masyarakat diharapkan dapat lebih aktif mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga potensi gangguan kesehatan dapat ditangani lebih cepat dan upaya promotif serta preventif di Lampung Selatan dapat berjalan lebih optimal.





